Kenapa harga kacang kedelai mahal, ini 4 faktor penyebabnya,

Harga kacang kedelai mahal, produksi tempe tahu MOGOK, tempe dan tahu merupakan makanan yang paling di disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, haraganya yang murah dan rasanya yang enak menjadi menu paling sering di temui di meja makan keluarga, tak hanya itu saja tempe tahu menjadi makanan yang tinggi nutrisi dan bermanfaat mulai dari menurunkan kolesterol, meningkatkan fungsi otak, mengandung anti oksidan yang menangkal radikal bebas, dan masih banyak manfaat lainya,

namun kali ini baik tempe maupun tahu mulai sulit di temukan, bagai mana tidak harga kedelai yang meroket membuat beberapa pengrajin tempe dan tahu mogok produksi, mahalnya harga kedelai yang menjadi bahan dasar pembuatan tempe tahu sangat di keluhkan oleh paengrajin tempe tahu, meskipun harga bahan baku naik namun harga penjualan tempe tahu gitu-gitu aja alias gak bisa naik, otomatis keuntungan pun berkurang, naah jadi apa faktor yang menyebabkan naiknya harga kacang kedelai ini ?

Seorang pengamat ekonomi Bhima Yudhistira sebagai Direktur dari central of economic and law studies (CELIOS),  mengungkapkan bahwa “terdapat emptat faktor yang menyebabkan meroketnya harga komoditi kedelai”, khusunya di Indonesia, nah apa saja ke empat faktor tersebut ?

Berikut adalah empat faktor yang mempengaruhi meroketnya harga kacang kedelai di Indonesia

1. Angka Inflasi Indonesia meningkat

Sebenarnya bukan  tahun ini saja harga komoditi kedelai naik, namun dari sejak januari 2021, kacang kedelai keluar dari harga stabilnya yakni di kisaran harga Rp 425.000,00 / Bag (50kg) naik hingga Rp Rp 500.000 –Rp 540.000 / Bag (50 Kg) “Harga Garut Selatan”, dan hari ini tepatnya di Februari 2022 harga kacang kedelai mencapai Rp 580.000 – Rp 600.000 / Bag (50 Kg). Kenaikan harga ini sangat di pengaruhi dengan sulitnya pemerintah untuk mengendalikan masuknya kacang kedelai di Indonesia, bukan hanya itu saja angka inflasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat komoditi imfor khususnya  kacang kedelai mulai meroket, di lansir dari www.ekon.go.id angka inflasi sejak tahun 2020 mulai mengalami kenaikan yakni di tahun 2020 inflasi Indonesia beada di angka 1,68 % dan di tahun 2021 angka inflasi meningkat hingga 1,87 %, Pandemi Covid-19 ikut andil dalam meningkatnya angka inflasi khususnya di Indonesia.

2. Inflasi Amerika Serikat yang meroket

Faktor kedua yang menyebabkan  Harga kacang kedelai mahal yakni angka inflasi AS yang terus meningkat hingga 7 %, Seperti yang kita ketahui komoditi kedelai khususnya di Indonesia hamper sepenuhnya di suplay dari Amerika Serikat, para pengrajin lebih memilih kedelai impor ke timbang kedelai lokal, menurut penjelasan pengrajin tempe tahu yang kami temui di garut selatan, mereke menuturkan bahwa “selain harganya lebih mahal dari kedelai impor, kedelai lokal ini kurang bagus jika di oleah menjadi tempe ataupun tahu, trutama untuk tahu kedelai lokal memiliki sari kedelai yang sedikit dan jika di olah menjadi tahu kurang bagus cenderung gak jadi “, ini alasan kenapa pengrajin tempe dan tahu lebih tergantung pada kedelai impor. Selain itu juga dampak dari pandemic mengakibatkan membengkaknya biaya logistic di AS, Membuat harga komoditas unggulan amerika seperti jagung, kedelai dan gandum meningkat.

3. Meningkatnya konsumsi cina akan kompditas kedelai, jagung dan gandum

Dari data World-Grain Tahun 2021 cina cetak rekor impor jagung ter banyak secara global dengan jumlah konsumsi sebanyak 11,3 Juta ton di tahun 2020, tahun 2021 konsumsi jagung meningkat hingga 152%, dengan jumlah konsumsi sebanyak 28,35 Juta ton, di tahun 2021,  di periode tahun 2021/2022 cina telah meng-inpor kedelai sebanyak 100,3 ton kacang kedelai untuk keperluan domestik, namun china juga mengekspor kacang kedelainya sebanyak 100 ribu Ton per tahun-nya

 

4. AS terapkan Kedelai sebagai pengganti minyak sawit

Bukan hanya kacang kedelai yang saat ini meroket, namun harga minyak sawit pun juga meroket, hal ini di karenakan jumlah produksi dari minyak sawit menurun, Malaysia sebagai pemasok minyak sawit terbesar kali ini mengalami penurunan yang sangat drastis, produksi CPO  anjlok hingga ke level terendah di lima tahun terahir,As mengambil langkah mengantisifasi hal tersebut degan menerapkan  pemanpaatan kedelai sebagai pengganti minyak sawit, namun bukan hanya amerika saja yang menerapkan hal ini , amerika latin dan eropa pun mulai mencari soybean oil sebagai alternative minyak nabati.

Baca Juga : harga minyak goreng naik ini 4 penyebabnya, ibu-ibu jangan ngamuk dulu

Kesimpulan

Konsumsi kacang kedelai khususnya di Indonesia hamper seluruhnya di pasok oleh kedelai Amerika, saat ini harga dari kacang kedelai di AS mengalami kenaikan, penggunaan soybean oil sebagai alternatip minyak nabati dan konsumsi cina yang meningkat membuat kedelai mengalami kelangkaan, dan otomatis harga pun naik,

Demikian artikel tentang faktor penyebab naiknya harga kacang kedelai, semoga bermanfaat dan semoga hari anda menyenangkan.

Tinggalkan komentar