13 lembaga pendukung Impor yg menentukan kelancaran kegiatan Impor

Lembaga pendukung impor, Impor adalah suatu kegiatan memasukan barang atau komoditas dari luar negeri ke dalam negeri, dalam melakukan kegiatan impor sendiri terdapat prosedur-prosedur tertentu yang wajib di jalankan oleh sorang importer (Orang atau lembaga perusahaan yang melakuykan kegiatan impor) semua aturan atau prosedur ini di keluarkan oleh lembaga pemerintahan maupun suasta atau lembaga asing, Lembaga pendukung impor maupun ekspor ini sendiri adalah instansi atau lembaga pemerintah, swasta, atau lembaga asing yang secara langsung  bertugas mendukung kelancaran bisnis ekspor maupun impor, di Indonesia terdapat 12 lembaga yang memiliki tugas dan fungsi yang menentukan lancar atau terhambatnya proses perdagangan Impor, apa saja lembaga tersebut ?

Berikut adalah instansi atau lmbaga yang terkait dengan Impor di Indonesia

1. Lembaga Kepabeanan (Direktorat Jendral Bea dan Cukai)

Lembaga kepabeanan merupakan lembaga pemerintah mentri keuangan Republik Indonesia, Tugas dari kepabeanan ini melaksanakan sebagian tugas pokok departemen keuangan di bidang Bea dan Cukai berdasarkan kebijakan yang di tetapkan oleh mentri keuangan dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan lalulintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean dan pemungutan Beamasuk dan Cukai, serta pungutan lainya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Jadi semua perijinan mengenai di bolehkanya barang yang masuk ke Indonesia tergantung keputusan dari kepabeanan, apakah barang tersebut bermaslah atau tidak, di dalam pabean sendiri jika barang sudah masuk kepelabuhan air atau pelabuhan udara ada tiga prosedur pengeluaran barang impor yang di keluarkan Lembaga kepabeanan yaitu :

Jalur Prioritas

Jalur Prioritas adalah Fasilitas dalam mekanisme pelayanan kepabeanan di bidang impor yang di berikan kepada importer yang memiliki reputasai sangat baik dan memenuhi persyaratan atau kriteria yang di tentukan untuk mendapatkan pelayanan khusus sehingga proses penyelesayan impornya dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan cepat

Jalur Hijau

Jalur Hijau adalah mekanisme pelayanan kepabeanan di bidang impor yang di berikan kepada importer yang memiliki reputasi baik dan memenuhi persyaratan / kreteria yang di tentukan sehingga proses impornya hanya dilakukan pemeriksaan dokumen

Jalur Merah

Jalur Merah adalah mekanisme pelayanan kepabeanan di bidang impor terhadap suatu importasi yang di lakukan melalui penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang

2. Bank Devisa

Bank devisa sendiri sangat penting dalam laju transaksi impor maupun ekspor, bank devisa di dalam dan di luar negeri berperan menjamin kelancaran transaksi pembayaran ekspor maupun impor.

3. Perusahaan jasa transportasai atau Freight forwader

Perusahaan Jasa transportasi atau Freight forwader atau Forwading Agent ,merupakan sebuah badan usaha yang bertuggas menangani pengurusan transportasi yang meliputi pengumpulan muatan, melakukan pengepakan, mengurus dokumen-dokumen pengangkutan, hingga membukukan muatan, atau aneka wahana yang bisa di perdagangkan.

4. Pengusaha pengurusan Jasa kepabeanan (PPJK)

PPJK adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir, sederhanya PPJK ini mengurus semua kebutuhan administrasi untuk jalanya kelancaran impor maupun ekspor, perusahaan PPJK biasanya telah memiliki ijin oprasi dari kepabeanan.

5. Perusahaan pengangkut

Perusahaan pengangkut merupakan sebuah perusahaan yang mengoprasikan alat-alat pengangkut seperti kapal laut, Pesawat, atau kereta api

6. Kedutaan asing dan kedutaan Indonesia

Kedutaan ini dapat digunakan sebagai sumber informasi tentang potensi pasar eksporproduk Indonesia di Negara-negara bersangkutan. Pada dasarnya sebelum kita melakukan transaksi impor kita bisa mencari atau menggali informasi tentang produk atau komoditas melalui kedutaan Indonesia yang ada di luar negeri.

7. Perusahaan Surveyor

Surveyor Adalah perusahaan survey yang memiliki otoritas dari mentri perdagangan untuk melakukan verifikasi atau penelusuran teknis atas ekspor maupun impor sebelum dilakukan pemuatan, Perusahaan Surveyor biasanya membuat sebuah dokumen yang kemudian akan di satukan dengan dokumen pendukung impor lainya

8. Lembaga pemneriksaan mutu atau kualitas barang

Lembaga ini memiliki tugas melakukan pengujian atas kwalitas barang yang akan di perjual belikan, biasanya perusahaan ini akan menerbitkan sebuah sertifikat mutu barang yang di dalamnya terdapat sekor-sekor yang menunjukan mutu dari barang itu sendiri.

9. Departemen perdagangan dan perindustrian

Lembaga pendukung impor Selanjutnya adalah Departemen perdagangan dan perindustrian, apa tugas dan wewenang-nya ?, Lembaga ini bertugas meningkatkan kinerja ekspor produk dalam negaranya, dan departemen perindustrian memiliki peran membina perusahaan industri agar mampu bersaing di tingkat global.

Artikel yang sedang and abaca “13 lembaga pendukung kelacaran Impor di Indonesia”

Baca Juga artikel menarik lainya

10. Departemen Keuangan,

Departemen keuangan Berperan membuat kebijakan kepabeanan yang dapat memperlancar kegiatan ekspor maupun impor untuk meningkatkan prekonimian nasional

11. Dinas Perdagangan Provinsi dan Kabupaten / Kota

Dinas perdagangan Provinsi memiliki kewengangan mengeluarkan angka pengenal Imporumum (API-U) bagi perusahaan yang ingin melakukan impor barang untuk di pertdagangkan kembali, tanpa memiliki API-U Perusahaan tidak akan di izinkan untuk melakukan kegiatan Impor Barang.

Dinas Perdagangan Provinsi juga Berwenang untuk mengeluarkan surat keeterangan (SKA) atau Certificate Of Origin yang di perlukan untuk kegiatan ekspor barang,

Sementara Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota lebih banyak berperan dalam pembinaan usaha kecil yang berpotensi Ekspor.

12. Badan Kordinasi Penanaman Modal (BPKPM)

BPKPM berperan mengkoordinasikan kegiatan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDM) agar dapat memajukan perekonomian Indonesia. BKPM juga berwengang mengeluarkan Angka Pengenal Ipor Terbatas (API-T) Atau Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) yang khusus di peruntukan bagi perusahaan PMA/PMDM yang akan melakukan Impor Barang.

Tinggalkan komentar